Hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai medianya. Di Indonesia sistem ini mulai berkembang dan diminati masyarakat pada tahun delapan puluhan. Hidroponik berasal dari bahasa Yunani hydro= air dan phonos= kerja. Artinya, kerja menumbuhkan tanaman dengan media air yang telah diberi larutan hara. Pada mulanya sistem ini hanya digunakan sebagai penelitian laboratorium di negara-negara maju.
Dalam perkembangan selanjutnya, sistem hidroponik tidak hanya menggunakan air sebagai media, tetapi dapat pula menggunakan media lain seperti pasir, pecahan genting, kerikil, potongan ijuk, potongan sabut kelapa, batu apung atau spons. Berdasarkan media tanam yang dipakai, ada tiga metode berhidroponik, yaitu pertama kultur air, kedua kultur pasir, dan ketiga kultur bahan berpori. Di Indonesia, metode kedua dan metode ketigalah yang paling banyak digunakan. Hidroponik tanaman hias, sayuran, atau tanaman buah-buahan dapat dilakukan dalam pot, menggunakan polibeg atau ember plastik. Sedangkan perkebunan sayuran hidroponik yang diusahakan secara besar-besaran dilakukan dalam ruang yang atapnya ditutup dengan plastik, dengan paranet atau di dalam rumah kaca.
Saat ini sistem hidroponik telah diterapkan secara luas baik di negara maju maupun di tanah air kita. Budidaya dengan cara ini dapat dilakukan oleh setiap orang. Ada yang hanya melakukan sebatas untuk menyalurkan hobi. Ada juga yang berhidroponik sebagai usaha sampingan berskala kecil, atau sebagai usaha intensif berskala besar yang bersifat komersial.
Bagaimana cara berhidroponik tanaman dalam pot? Cucilah akar bibit tanaman secara hati-hati agar bersih dari tanah. Isi pot dengan media misalnya kerikil sampai seperempatnya untuk dudukan akar tanaman. Bibit tanaman diletakkan dan ditimbun media sehingga tanaman tegak berdiri. Isikan air sampai seperempat pot. Setelah tiga atau empat minggu akar tanaman sudah melekat pada media. Air segera dibuang lalu diganti dengan larutan pupuk. Pupuk bisa dibeli di toko yang menjual sarana pertanian, atau bisa juga meramu sendiri. Selanjutnya pemupukan dilakukan seminggu sekali.
Bisnis rental tanaman hias hidroponik kini sedang marak terutama di kota-kota besar. Konsumennya adalah kantor-kantor, bank, yang memerlukan hadirnya tanaman hias demi terciptanya suasana yang sejuk dan asri. Tanaman hias hidroponik menjadi sangat populer karena lebih bersih dan lebih higienis. Pecinta tanaman hias tidak lagi merasa takut menemukan cacing atau menghirup bau tak sedap dari kompos atau pupuk kandang seperti halnya pot bermedia tanah.
Bob Sadino seorang pakar agribisnis menghidroponikkan ladang sayuran yang luasnya berpuluh-puluh hektar. Ada jenis sayuran yang tumbuh dalam pot, tetapi ada juga yang di bedeng-bedeng dengan media pasir dan atapnya ditutup plastik atau dalam rumah-rumah kaca. Jenis sayur yang ditanam dipilih nilai yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti: brokoli, paprika, kol merah, okra sampai kangkung. Ada sekelompok orang yang hanya mau makan sayuran bila ditanam secara hidroponik, karena bebas peptisida walaupun harganya lebih mahal. Di pasar swalayan produk hidroponik di tempatkan pada tempat yang spesial.
Tanaman buah hidroponik, banyak dibudidayakan dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya terutama saat berbuah. Kelebihan tanaman buah secara hidroponik selain bersih dan mudah dipindah-pindahkan, juga bisa dipacu pembuahannya sesuai kehendak pemilik meskipun tidak sedang musim, sehingga berbuah terus menerus.
Keuntungan Hidroponik. Dibandingkan menanam tanaman di tanah, hidroponik mempunyai beberapa keuntungan. Tanaman hidroponik dapat diletakkan dalam rumah atau bangunan tumbuh, karena kebersihannya terjaga. Dalam industri hortikultura, tanaman hidroponik memberikan produktivitas relatif tinggi, menghemat lahan penanaman, dan biaya perawatannya kecil. Selain itu, tanaman hidroponik juga tidak dipengaruhi iklim, sehingga tanaman ini dapat berbuah terus-menerus, serta terhindar dari erosi dan kekeringan. Akhirnya, bertanam cara hidroponik dapat memberikan kemungkinan adanya penghijauan lingkungan pada daerah yang tidak memungkinkan bercocok tanam, misalkan di kota besar yang lahannya terbatas karena tertutup bangunan pencakar langit atau di daerah yang persediaan airya kurang.
Remaja yang mempunyai hobi tanam-menanam dapat mencoba sistem ini. Siapa tahu kelak menjadi pengusaha rental tanaman hias yang belum ada di kota Anda. Atau dapat pula menyemarakkan suasana di rumah dengan percobaan tanaman hidroponik dalam pot, agar suasana rumah lebih asri.
Marilah kita sukseskan program pemerintah untuk menghijaukan lingkungan dengan bercocok tanam secara hidroponik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar